Nama-nama calon Mahasiswa Al-Azhar yang lulus tes DEPAG

INFORMASI DEPAG

Jakarta, 7 Agustus 2009

Lampiran
Pengumuman No. Dj.I/Dt.I.IV/4/PP.00.9/1016/09

HASIL SELEKSI CALON MAHASISWA INDONESIA
DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI TIMUR TENGAH
TAHUN 2009

NO.   –    NAMA   –    TEMPAT UJIAN

1 Rahmat Nur Amin UIN Makassar
2 Juhriadi UIN Makassar
3 Najamuddin UIN Makassar
4 Halim Bahri Darwis UIN Makassar
5 Jefri UIN Makassar
6 Adi Maftuhin UIN Makassar
7 M. Iqbal Nasir UIN Makassar
8 La Ode Musrikin UIN Makassar
9 Raabiul Akbar UIN Makassar Baca selebihnya »

Penerimaan pengurusan Pendaftaran pada Universitas Al-Azhar Mesir

Assalamu alaikum…

Selamat atas lulusnya adik-adik semua dalam tes seleksi yang diselenggarakan oleh Depag, mereka berjumlah 267 orang calon mahasiswa al-Azhar Mesir.

Selanjutnya bagi adik-adik yang sudah lulus silahkan hubungi kami mahasiswa Al-Azhar Mesir untuk pengurusan pendaftaran di alazhar langsung.

syarat-syaratnya adalah :

  1. Ijazah (asli)
  2. Transkip Nilai (asli)
  3. Akte Kelahiran (asli)
  4. poto copy paspor 3 lembar
  5. pas foto warna 4×6 = 20 lembar

NB.

  • point 1-3 sertakan foto copynya 3 lembar yang sudah dilegalisir.
  • Semua berkas disiapkan bulan ini paling lambat tanggal 24 agustus 2009 dan siap dikirim kemesir.
  • pendaftaran Alazhar biasanya bulan September setiap tahunnya. Baca selebihnya »

Ebook gratis : Tanya jawab dalam memahami isi Al-Quran

Ebook : Tanya jawab dalam memahami isi Al-Quran

Penulis : Syaikh Al-Albany

file size : 1.09 MB

format :

Daftar isinya sebagai berikut:

1. Pengambilan Ayat Qur’an Seperlunya

2. Penjelasan Beberapa Ayat Qur’an

3. Hadits Bertentangan Dengan Qur’an?

4. Seputar Kaset Murottal Qur’an

5. Penjelasan Makna Surat Ali Imran Ayat 54

6. Memahami Ali Imran: 85 dengan Al-Maidah: 69

7. Unsur Jabariyah dalam Al-An’am: 25

8. Hukum Mencium Mushaf Al-Qur’an

9. Agar Dapat Menafsirkan Qur’an

Download disini

SELEKSI NASIONAL CALON MAHASISWA KE TIMUR TENGAH UNIVERSITAS AL-AZHAR MESIR TAHUN AKADEMIK 2009-2010

update 15 oktober 2009

Persyaratan Mengikuti Seleksi

—————————-

Mata Ujian

—————————-

Waktu Pendaftaran dan Pelaksanaan Ujian

—————————–

Tempat Pendaftaran dan Seleksi

—————————

catatan dari kami mahasiswa alazharmesir

  1. Kami menerima pendaftaran pengurusan ke universitas alazhar mesir mulai tanggal 15 oktober 2009 sampai 5 juni 2010 (karena tugas depag RI hanya melaksanakan seleksi nasional dan tidak menguruskan pendaftaran ke alazhar bagi biaya mandiri). seperti biasanya kami mahasiswa alazhar di mesir bekerjasama dengan KBRI Cairo menguruskan mahasiswa baru dari indonesia. untuk biaya pengurusan pendaftaran Rp. 1 juta (sudah termasuk penerjemahan seluruh dokumen yang di perlukan, buku panduan dll)
  2. Kemudian bagi yang sudah tamat MTsN tahun ini dan ingin meneruskan SLTA di Al-Azhar. untuk biaya yang dibutuhkan kira-kira $900 + Rp.1 juta. bagi yang berminat silahkan hubungi kami dan biaya pengurusan pendaftaran Rp. 1 juta (sudah termasuk penerjemahan seluruh dokumen yang di perlukan, buku panduan dll)
  3. Apabila ada hal-hal yang ingin anda tanyakan silahkan langsung hubungi kami ke no. telp : +20103799507

alamat transfer :

a.n

walman feri

BNI payakumbuh, rek. no. 0159711402

pemberitahuan transfer dengan cara, bukti transfer di scan terlebih dahulu kemudian dikirim ke email kami redaksi.alazharmesir@gmail.com , setelah itu konfirmasikan pengiriman anda cukup via sms ke no.hp: +20103799507 (Taufiq)

bagi yang mendaftar silahkan kirimkan biodatanya ke email kami sbb:

  • Nama :
  • Ttl :
  • Alamat :
  • No.hp :
  • Email :
  • Asal sekolah :
  • Pendaftaran yang dipilih (Program s1 univ alazhar mesir atau pendidikan pra kuliah di mesir) :

wassalam

redaksi alazharmesir

Informasi Beasiswa dan pendidikan di Mesir 2009 (pendidikan sebelum kuliah, Program S1, S2, S3) Universitas Al-Azhar dan Universitas Negeri yang ada di Mesir

informasi Beasiswa

Kata Pengantar

بسم الله الرحمن الرحيم

Seperti dimaklumi, Mesir merupakan sebuah negara penting dan berpengaruh di kawasan Timur Tengah dan Afrika. selain itu, mesir juga dikenal sebagai negeri yang memiliki peninggalan sejarah yang sangat kaya. Karena itu tidak heran jika Mesir mempunyai lembaga-lembaga pendidikan yang cukup tua, disamping sejumlah perguruan tinggi modern bahkan menjadi tuan rumah beberapa pusat pendidikan asing.

Sebenarnya, interaksi antara Indonesia dan Mesir di bidang pendidikan sudah terjadi jauh sebelum kedua negara secara resmi melakukan hubungan diplomatik pada tahun 1947. bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia, sejumlah pelajar dan mahasiswa indonesia telah belajar di perguruan Al-Azhar. hingga saat ini, bagi kebanyakan masyarakat Muslim Indonesia, Al-Azhar mempunyai daya tarik tersendiri, sebagai pusat pendidikan ilmu-ilmu agama Islam sekaligus sebagai lembaga yang sangat dermawan memberikan Beasiswa. Baca selebihnya »

INFO BEASISWA MESIR

INFO BEASISWA MESIR
Tanggal : 29/04/2009 11:52:00   Sumber : DIKTIS

Berdasarkan isi Konferensi Press Kedutaan  Besar Mesir Jakarta tentang tawaran beasiswa Pemerintah Mesir Tahun 2009, kami informasikan hal-hal sebagai berikut:

1. Untuk Tahun 2009 ini, beasiswa dibagi dalam 2 bagian:

a. 120 Beasiswa dari Universitas al-Azhar Mesir, (Jumlah tidak pas dari yang diucapkan);

1) 90 untuk Jurusan Agama jenjang S1;

2) 15 untuk tingkat SLTP/Menengah; dan

3) 20 untuk tingkat S2 dan S3.

b. 5 Beasiswa untuk jurusan umum di bawah kementrian Pendidikan Mesir. (untuk jurusan Arsitektur, Kedokteran, dan Farmasi) Baca selebihnya »

Hukum wanita naik pesawat tanpa mahram

Bolehkah Wanita Pergi Dengan Pesawat Bila Keadaan Aman Baginya
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah wanita pergi dengan pesawat udara tanpa mahram yang menemaninya dalam kondisi yang aman baginya ?
Baca selebihnya »

Hukum wanita bepergian tanpa mahram untuk menuntut ilmu

Bolehkah Kita Mengirim Putri-Putri Kita Ke Pondok Pesantren Putri?

Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman

 

Pertanyaan.
Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman ditanya : Bolehkah kita mengirim putri-putri kita ke pondok pesantren Islami yang jauh untuk menuntut ilmu syar’i dan tinggal di tempat tersebut tanpa mahram ?

Jawaban
Masalah ini perlu perincian. Apabila seorang wanita melakukan safar (bepergian) tanpa mahram maka hukumnya haram berdasarkan hadits Bukhari Muslim, bahwa beliau bersabda.

“Artinya : Tidak halal bagi wanita ang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan safar perjalanan satu hari dan satu malam kecuali bersama mahramnya”

Baca selebihnya »

Pendaftaran calon mahasiswa baru universitas Alazhar Mesir tahun ajaran 2009-2010

Berita ini diperbaharui tanggal  15 oktober 2009

Insya Allah kami turut mensukseskan pendaftaran masuk universitas Al-Azhar untuk tahun ajaran 2009-2010.  keterangan lebih lengkap silahkan klik di sini

Sikap Para Syaikh Shufi Terhadap Tauhid

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (16- selesai)

Sikap Para Syaikh Shufi Terhadap Tauhid

Suatu ketika saya menemui seorang syaikh besar yang memiliki banyak murid dan pengikut. Dia adalah seorang khotib dan imam masjid besar. Saya mulai bercakap-cakap dengannya tentang do’a, bahwa do’a itu adalah ibadah yang tidak boleh dimohonkan kecuali hanya kepada Allah semata. Saya memperkuat argument saya dengan dalil dari Al-Qur’an, yaitu firman Allah Azza wa Jalla:

{قُلِ ادْعُواْ الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلاَ يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنكُمْ وَلاَ تَحْوِيلاً. أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا} (56-57) سورة الإسراء

“Katakanlah: “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti” (QS. Al-Isro: 56-57). Baca selebihnya »

Perdebatan Dengan Seorang Syaikh Shufi

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (15)

Perdebatan Dengan Seorang Syaikh Shufi

Ketika syaikh yang biasa mengajariku itu tahu bahwa saya pergi belajar kepada orang-orang Salaf dan mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, ia sangat marah sekali, karena khawatir saya meninggalkannya dan berubah haluan. Setelah beberapa saat kemudian, salah seorang tetangga majid datang untuk ikut menghadiri pengajian bersama kami di masjid setelah sholat Maghrib. Ia bercerita, bahwa ia telah menyimak pelajaran dari syaikh golongan shufi. Syaikh itu berkata, bahwa istri salah seorang muridnya kesulitan ketika akan melahirkan. Kemudian muridnya itu beristighotsa (memohon bantuan) kepada syaikh kecil (yang ia maksudkan adalah diri sang shufi itu sendiri), lalu istrinya itu melahirkan dengan mudah tanpa mengalami kesulitan. Kemudian syaikh tempat kami belajar itu bertanya kepada laki-laki tetangga masjid ini:”Jadi, bagaimana pendapatmu tentang peristiwa itu?”. Lelaki itu menjawab:”Ini jelas perbuatan syirik”. Baca selebihnya »

Mendapat Petunjuk Ke Jalan Tauhid

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (14)

Mendapat Petunjuk Ke Jalan Tauhid

Saya membaca hadits Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu dihadapan Syaikh yang mengajariku, yaitu sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا سألت فاسأل الله, و إذا استعنت فاستعين بالله ( رواه الترمذي )

“Apabila engkau memohon, maka mohonlah kepada Allah dan apabila engkau meminta pertolongan mintalah kepada Allah” (HR. At-Tirmidzi. Ia berkata hadits Hasan Shahih).

Sungguh menarik perkataan Imam An-Nawawi rahimahullah (ketika menjelaskan hadits ini): ”…kemudian jika kebutuhan yang ia minta adalah termasuk kekhususan Allah dan tidak dapat dilakukan oleh makhluk-Nya, seperti memohon petunjuk, ilmu, kesembuhan dari penyakit dan mendapatkan kesehatan, maka ia harus memintanya langsung kepada Rabbnya. Adapun meminta kepada makhluk dan mengandalkan mereka, maka perbuatan tersebut tercela”.

Lalu saya berkata terhadap syaikh tersebut bahwa hadits ini dan penjelasannya menunjukkan larangan memohon sesuatu kepada selain Allah Azza wa Jalla. Tetapi syaikh itu berkata kepadaku:”Bahkan hal itu boleh dilakukan”. Baca selebihnya »

Pergaulan Orang Shufi Dengan Orang Lain

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (13)

Pergaulan Orang Shufi Dengan Orang Lain

Saya membeli toko dari salah seorang murid syaikh shufi, tapi dengan syarat, ia harus menjamin orang yang menyewanya sekarang ini, bila terlambat membayar ongkos sewanya, dan iapun setuju dengan syarat ini. Setelah beberapa hari kemudian, orang yang menyewa itu menolak membayar. Lalu saya complain ke pemilik pertama dimana saya membeli. Tetapi pemilik itu menolak membayar, dengan alasan tidak punya uang yang bisa dibayarkan. Beberapa hari kemudian, sang shufi ini, bersama dengan syaikhnya, berangkat melaksanakan haji. Saya kaget dengan kejadian itu, karena ia telah membohongiku. Lalu saya menyampaikan kepada murid-murid terdekat lainnya, perihal penipuan yang dilakukan oleh temannya itu dengan menjual toko kepadaku sementara orang yang menyewanya ketika saya membeli toko itu menolak membayar ongkos sewanya. Baca selebihnya »

Dzikir Ala Shufi Di Masjid

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (12)

Dzikir Ala Shufi Di Masjid

Suatu ketika, saya menghadiri halaqoh dzikir yang diadakan oleh kalangan shufi di masjid daerah yang saya tinggali. Lalu salah seorang di antara mereka yang memiliki suara yang indah maju ke depan untuk menyenandungkan bait-bait qosidah dan lagu-lagu di tengah halaqoh dimana orang-orang kampung berkumpul di saat dzikir berlangsung.

Dan diantara syair yang saya ingat dari orang shufi ini adalah ungkapan:

يا رجال الغيب ساعدونا أنقذونا

Wahai orang yang ghaib, tolonglah kami, bantulah kami.

Dan berbagai ungkapan itstighotsa (meminta pertolongan) lainnya. Padahal memohon pertolongan kepada orang-orang yang sudah meninggal dan tidak dapat mendengar adalah suatu bentuk kekafiran kepada Allah Azza wa Jalla. Walaupun mereka mendengar, tetapi mereka tidak dapat memenuhi permintaan. Bahkan mereka tidak dapat memberi manfaat bagi dirinya sendiri apalagi bagi orang lain. Baca selebihnya »

Pelajaran Aneh Dari Seorang Syaikh Shufi

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (11)

Pelajaran Aneh Dari Seorang Syaikh Shufi

Suatu ketika, saya pergi bersama salah seorang Syaikh untuk mengikuti pelajaran di salah satu masjid. Di sana, orang-orang sudah berkumpul, baik guru-guru maupun para syaikh.

Mereka membaca sebuah buku berjudul Al-Hikam karangan Ibn ‘Ajibah. Pelajaran mereka tentang “Mendidik jiwa menurut orang-orang Shufi”.

Salah seorang diantara mereka membaca kisah aneh dari buku tersebut yang isinya:
Salah seorang dari golongan shufi masuk kamar mandi untuk mandi. Ketika orang shufi ini keluar dari kamar mandi tersebut, ia mencuri handuk yang khusus dipinjamkan oleh pemilik kamar mandi untuk orang yang mandi di tempat itu. Ujung handuk dibiarkan kelihatan, agar orang-orang memergokinya mencuri, kemudian mereka mengejek dan menghardiknya. Dengan tujuan menghinakan dan mendidik dirinya dengan cara-cara shufi. Dan ternyata, setelah ia keluar dari kamar mandi, pemilik kamar mandi tersebut mengejarnya dan melihat ujung handuk menyembul keluar dari balik pakaiannya, lalu iapun menghardik dan memukulnya. Orang-orang yang mendengarnya, melihat syaikh shufi yang mencuri handuk dari kamar mandi ini, lalu merekapun ikut menghardik, mengejek dan berbagai hal yang dilakukan orang-orang ketika memergoki seorang pencuri. Mereka mendapatkan gambaran yang jelek dari orang shufi ini. Baca selebihnya »

Thariqat Mauliyyah

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (10)

Thariqat Mauliyyah

Di daerah saya terdapat kelompok lain yang terkenal dengan nama Tarekat Mauliyyah. Mereka bermarkas di masjid besar, tempat dimana sholat wajib didirikan. Di sana terdapat banyak kuburan yang ditutup dengan kain kelambu. Nisannya dihiasi dengan batu-batu marmer yang indah dan tinggi. Di atasnya tertulis ayat-ayat Al-Qur’an, nama orang yang sudah meninggal itu dan bait-bait syair. Kelompok ini menghadiri perayaan setiap hari Jum’at atau pada acara-acara tertentu dengan memakai topi yang panjang terbuat dari kulit berwarna abu-abu dan beberapa alat-alat musik yang mereka gunakan ketika berdzikir dapat didengarkan dari kejauhan. Saya melihat salah seorang dari mereka duduk di tengah lingkaran, kemudian berputar-putar sendirian di tempat itu, dilakukan berkali-kali dan tidak beranjak dari tempatnya. Mereka menundukkan kepala ketika memohon pertolongan kepada Syaikh mereka, Jalaluddin Ar-Rumi atau yang lainnya.

Yang sangat aneh adalah banyak di antara masjid-masjid di beberapa negeri Islam, termasuk masjid ini, yang menguburkan orang-orang mati di dalam Masjid, mengikuti apa yang dilakukan oleh orang-oran Yahudi dan Nashrani. Baca selebihnya »

Kesimpulan Tentang Thariqat Qodiriyyah

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (9)

Kesimpulan Tentang Thariqat Qodiriyyah

Memukul tubuh dengan besi, tidak pernah dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, tabi’in, Tabi’ut Tabi’in (ed), dan imam-imam Mujtahid. Seandainya perbuatan tersebut mengadung kebaikan, tentulah mereka yang pertama kali melakukannya sebelum kita. Tetapi perbuatan tersebut adalah perbuatan bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang sebelum mereka yang senantiasa meminta pertolongan kepada syaithon-syaithon. Mereka adalah orang-orang musyrik kepada Allah Azza wa Jalla. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mengancam perbuatan bid’ah ini dalam sabdanya:

إياكم ومحدثات الأمور, فإن محدثة بدعة, وكل بدعة ضلالة, وكل ضلالة في النار

“Hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang muhdats (=baru dalam agama)karena setiap yang muhdats adalah bid’ah, setiap yang bid’ah adalah sesat dan setiap yang sesat di Neraka tempat kembalinya” (HR. An-Nasa’i. Hadits Shohih). Baca selebihnya »

Memukul Dengan Besi

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (8)

Memukul Dengan Besi

Di dekat rumah kami, ada sekelompok orang-orang shufi. Saya biasa datang ke sana untuk mengetahui lebih jauh dzikir yang mereka baca. Setelah sholat ‘Isya, orang-orang yang akan menyanyikan bait-bait lagu mulai berdatangan. Mereka semua tidak berjenggot dan menyenandungkan bait syair yang sama:

هات كاس الراح ### واسقنا الأقداح

Berilah kami segelas arak Berilah kami minuman arak

Mereka mengulang-ulang bait syair ini sambil mengoyang-goyangkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri. Pemimpin kelompok mereka mengulangi bait syair ini, kemudian diikuti oleh para pengikutnya. Sehingga mereka seperti kelompok paduan suara.

Mereka tidak merasa malu menyebutkan kata-kata khamar (arak) di dalam masjid yang seharusnya di jadikan tempat sholat dan membaca Al-Qur’an. Karena ( الراح) dalam bait syair itu bermakna khamar, sementara Allah Azza wa Jalla telah mengharamkan arak ini dalam Al-Qur’an dan juga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-haditsnya. Baca selebihnya »

Bertepuk Tangan Ketika Berdzikir

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (7)

Bertepuk Tangan Ketika Berdzikir

Ketika saya di masjid dan halaqoh dzikir berlangsung setelah sholat Jum’at, saya duduk menonton mereka. Dan agar mereka semakin semangat, salah seorang diantara mereka melakukannya dengan bertepuk tangan.

Lalu saya memberi isyarat kepadanya bahwa perbuatan itu adalah haram dan tidak boleh dilakukan, tetapi ia tidak berhenti bertepuk tangan.

Ketika selesai, saya menasehatinya, tetapi ia tidak menerima. Dan beberapa saat kemudian, saya menemuinya lagi untuk mengingatkannya, bahwa bertepuk tangan itu adalah termasuk perbuatan orang-orang musyrik sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Azza wa Jalla:

{وَمَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِندَ الْبَيْتِ إِلاَّ مُكَاء وَتَصْدِيَةً …} (35) سورة الأنفال

“Sholat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan..” (QS. Al-Anfaal: 35).

Lalu ia berkata:”Tetapi syaikh fulan membolehkannya”. Baca selebihnya »

Thariqat Qodiriyyah

Bagaimana aku mencapai jalan tauhid (6)

Thariqat Qodiriyyah


Salah seorang mengundangku bersama syaikh yang mengajari saya ilmu nahwu dan tafsir. Kamipun pergi kerumah syaikh itu. Setelah selesai makan malam, orang-orang yang hadir kemudian berdiri, berdzikir, melompat, goyang ke kiri dan ke kanan dengan menyebut lafadz ( الله…) ( الله…).

Saya hanya berdiri dan tidak bergerak, kemudian saya duduk di bangku hingga bagian pertama selesai.

Saya melihat keringat mereka bercucuran, kemudian mengambil handuk dan memberishkannya.

Ketika waktu sudah mendekati tengah malam, saya tinggalkan mereka dan pergi ke rumah.

Pada hari kedua, saya bertemu dengan salah seorang diantara merek. Ia juga seorang guru sepertiku. Saya katakan kepadanya:”Hingga kapan kalian melakukan ini?”

Ia menjawab:”Hingga jam dua, setelah lewat tengah malam, lalu kami menuju rumah untuk tidur”.

“Lalu kapan kalian sholat subuh?” Tanya saya selanjutnya Baca selebihnya »